-->

Sempat Di Duga Hilang, Inilah Pengakuan Jejak Mistis Seorang Pria Pencari Bibit Porang Di Banyuwangi

advertise here
Pria hilang pencari bibit poreng ditemukan

Sempat dikabarkan hilang di hutan saat mencari Bibit Porang telah ditemukan dalam kondisi selamat sentosa. Pria ini pulang dnegan membawa sederet cerita mistisnya. Pria hialng itu bernama Nurul Machrus usia 39 tahun yang telah dikabarkan hilang dihutan petak 67 RPH Gombeng, KPH Banyuwangi Utara, hari Sabtu 20/02/2021


Ia adalah seorang warga Dusun Subernanas, kelurahan/Kecamatan Kalipuro. Pria ini hilang dan ditumakan pada hari Rabu 24/02/2021 pukul 00:30 WIB tepatnya di 68 Perhutani Sumber Nanas, Kecamatan Kalipuro.


Cerita mistis yang dialami Pria ini (Nurul) merasa kesulitan mencari bibit porang dikawasan hutan petak 67 RPH Gombeng, KPH Banyuwangi Utara. Pada akhirnya dia berkeluh kesal sendiri.


"Saya bilang 'yut putun riko mrene nggolek mangan. Heng niat hanyalah. Wehono pangan apuwo yut'" artinya (Mbah buyut cucumu datang kesini untuk mencari rezeki tidak berniat untuk buruk Tolong kasih tau lah Mbah)" ujar Nurul.


Tidak berselang lama, lokasi tersebut yang sebelumnya tidak ada bibit tanaman yang ia cari (porang), tiba-tiba penuh dengan tanaman tersebut. Maka betapa gembiranya Nurul lalu ia pun bergegas untuk mengambil tanaman tersebut hingga tiga ikat.


"Saya baru sadar ternyata hari udah mulai gelap. Dalam hati saya, kalau pulang mati saya. Bisa mati masuk jurang mati saya" jelasnya.


Saat dilanda kekhawatiran tiba-tiba nurul mendengar suara orang batuk. Dan ternyata suara tersebut berasal dari kakek tua yang kebetulan lewat dekat dengannya. Ia pun memberanikan diri bertanya "mau kemana mbah?"tanya Nurul. Dan kakek tersebut pun menjawab dengan bahasa madura "Saya mau pulang, adek kok belum pulang?"terang Nurul menikan suara kakek tersebut.


Lalu Nurul menjawab "Kalau saya pulang, saya takut mati Mbah, Takut masuk jurang" jawab Nurul. Kemudian kakek tersebut mencoba untuk menenangkan nurul. "Dia bilang 'kamu gak akan mati disini, ayo ikut ke rumah saya'. Diajaklah saya ke atas ke rumahnya sampai keatas, saya melihat ada empat rumah. Dua hadapan ke timur, dua hadapan ke utara dan atapnya menggunakan keduk atau (ijuk). Didepannya ada danau yang luas dan indah dengan bunga-bunga di tepinya"kata Nurul


"Dikasih kopi, sayakan kena penyakit lambung, lalu saya tolak dan akhirnya dikasih air putih. Kemudian saya diajak makan, saya makan enak sekali Pak. Padahal cuma sayur satu, tidak pakai lauk. Sayur kesimbukan kalau kata orang Osing. Padahal, kalau sekarang saya tidak mau karena bau kesimbukan. Tapi enak sekali waktu makan sayur itu."jelas Pria hilang (Nurul)


Nurul pun dibuat terkejut dengan kemunculan 4 ekor harimau yang tiba-tiba muncul tepat di berada sebalahnya. Tiga harimau berwarna hitam ini mengaum keras sehingga mengganggu istirahatnya. Kala itu Nurul sudah familiar dengan kawanan harimau tersebut. Ia pun meminta salah satu harimau berwarna hitam itu berhenti mengaum dan membangunkannya keesokan harinya.


"Cul-cul jangan ramai. Saya mau tidur. Besok pagi saja bangunkan saya"ujar Nurul akhirnya diam dan ia tidur.


Keesokan paginya, pria hilang itu terjaga dari tidurnya. Dia merasa heran karena empat ekor harimau yang menemaninya saat malam sudah tidak ada. Ia pun bergegas mencari sang kakek tua untuk pamitan pulang ke rumahnya. Kakek itu pun mempersilakan pualgn namun sebelum pulang kakek itu menyarankan untuk sarapan pagi lebih dulu.


Usai sarapan munculah 4 wanita yang mengantarnya. Mesk wanita tersebut tua tapi mereka punya wajah yang rupawan, ia diantar oleh keempat wanita tserbut menggunakan kereta. Dan tanpa ia sadari apa yang telah menarik kereta tersebut.


Ia pun diturunkan ditengah hutan, lalu saat itu dua orang perempuan pengantarnya mengarahkan Nurul untuk berjalan lurus ke Selatan. Namun dirinya memberontak karena arah selatan yang ditunjuk oleh perempuan tersebut adalah arah sebaliknya.


Nurul berkata "Saya berontak, salah ini. Itu utara bukan selatan. Sumbernanas arahnya ke selatan. 'Kamu jangan ikuti kata hatimu, ikuti apa yang saya bilang' dia bilang gitu"kata Nurul.


Bapak mertua pria hilang (Nurul) tersebut menyatakn proses ditemukannya korban sangat rumit. Tidak masuk dalam logika masyarakat kebanyaka. Pada malam sebelum Nurul ditemukan, dirinya mendengar sebuah teriakan minta tolong dari arah hutan. Padahal, jarak terdekat antara rumah warga dengan hutan lebih dari 1km. Suara yang terdengan pun suara orang wanita, bukan Nurul.


Namu, Bapak mertua Nurul kemudian bertanya kepada anak cucunya. Rupanya mereka mendengar suara serupa. Tak sampai disitu saja, warga kampung mendengar suara itu. Seluruh warga keluar rumah.

"Warga itu mencari ramai-ramai dihutan tapi tidak ketemu, lalu pulang. Sekitar pukul 11 malam ada suara wanita berteriak dari arah hutan. Ternyata warga sekampung juga mendengarnya"ujarnya.


Berbekal senter dan pencahayaan lainnya, puluhan warga memasuki hutan. Suara tersebut bergantian menjadi suara pria. Yakni suara Nurul. Namun anehnya, warga sekitar melihat Nurul berlarian menjauhi warga. Hingga akhirnya, Namu nangis dan berteriak Nurul untuk berhenti berlari.


Saking kencangnya lari, rombongan warga masyarakat pun berhenti. Bukannya karena tidak sanggup mengejar, namun jalur pelarian Nurul tidak layak untuk di diikuti. Nurul menerjang semak belukar dan rerumputan tinggi. Bahkan, jalur Nurul berlari tidak menimbulkan bekas apapun. "Dikejar warga malah anak saya berlari menjauh. Setelah itu saya panggil dia saya bilang kaua di anak saya minta untuk berhenti. Barulah di berhenti"kata Namu.


Kejadian aneh lainnya dirasakan saat warga sudah bertemu dengan Nurul mereka tidak bisa pulang karena jalur sudah tertutup dengan semak belukar. Dengan menggunakan parang yang yang dibawa Nurul akses jalan menuju pulang akhirnya ditemukan.


"Waktu mau pulang , kami semua kebingunan. Karena tidak ada jejak apapun. Satu pun rumput yang terpijak juga tidak tampak"kata Namu.


Warga Lingkungan Sumbernana mengakui peristiwa berbau mistis tersebut. Namun tidak dnegan tim SAR yang melakukan pencarian Mereka berpedoman, korban mungkin mengalami dehidrasi atau kecapean sehingga terjadi nurunnya konsentrasi.


"Alhamdulillah, lewat tengah malam tadi korban bisa dievakuasi dengan selama. Terlepas dari cerita korban, mungkin korban ini linglung sesaat. Mungkin korban ini kecapean sehingga lupa dan bingung jalan pulang."kata Koordinator Pso Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setia Budi.