-->

SEJARAH BERDIRINYA PONDOK PESANTREN MAFATIKHUL HUDA SENDANG ASRI

advertise here


 SEJARAH AWAL BERDIRINYA PONDOK PESANTREN MAFATIKHUL HUDA


Pondok Pesantren Mafatikhul Huda tercatat berdiri  pada tanggal 10 Desember 1975. Pondok Pesantren Mafatikhul Huda (PPMH) dirintis  oleh beliau  KH.Ahmad Ubaidillah. Beliau adalah seorang yang berasal dari pulau Jawa yaitu  berasal dari Desa Bojong Sari Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen Jawa Tengah.

Kisah berdirinya PPMH ini berawal sekitar  tahun 1967 KH.Ahmad Ubaidillah merantau ke Pulau Sumatra tepatnya di Desa Sendang Mulyo Kecamatan Kalirejo (sebelum berubah menjadi Kecamatan Sendang Agung) Lampung Tengah. Sebagaimana umumnya orang yang merantau,beliau mencoba memenuhi kebutuhan dengan cara bekerja di pasar.  Dengan berbekal modal dari almarhum H.Muhsinun (kakak Iparnya), beliau berdagang kain(baju) dari pasar kepasar, seperti pasar sendang agung,sendang asri,pasar atung rejo dan pasar nyukang harjo.

Dengan perjuangan yang gigih, ahirnya sekitar tahun 1974 Beliau dapat membeli sebidang tanah di Desa Sendang Asri disekitar samping pasar. Setelah beberapa tahun , beliau membeli sebidang tanah tidak jauh (arah ke utara) dari rumah beliau yang awal. Hal ini berawal dari keprihatinan KH.Ahmad Ubaidillah dan masyarakat yang terdapat sebidang tanah dan sekitarnya yang hendak dijadikan tempat penampungan air (Danau). Atas dorongan dari masyarakat maka rencana tersebut dibatalkan dan dibeli oleh Beliau sebagai tempat tinggal.

Seiring perjalanan waktu, beliau diketahui oleh masyarakat sebagai orang yang mempunyai kemampuan lebih dalam bidang agama. Berawal dari anak-anak kecil sekitar rumah yang mengaji setiap sore hari, sampai tetangga desa mulai mengenal beliau sebagai orang yang ahli dalam agama Islam. Pada tanggal 10 Desember 1975 atas saran dari kakak kandung Beliau bernama H. Mahmud (almarhum) yang meminta seorang Kyai bernama Kyai Hamim, untuk menitipkan ke-13 santri (laki dan perempuan) dari Desa Waringin Sari Kabupaten Pringsewu untuk menimba ilmu kepada beliau KH.Ahmad Ubaidillah.

Maka sejak saat itu,beliau harus rela membagi ruangan rumahnya sebagai tempat tinggal ke-13 orang tersebut. Dari sinilah,maka pada tanggal 10 Desember 1975 tercatat sebagai tonggak sejarah berdirinya Pondok Pesantren Mafatikhul Huda.

Perjalanan PPMH dalam sejarahnya terus berkembang. Melihat antusias masyarakat yang terus meningkat dilihat dari banyaknya wali santri yang berdatangan untuk menitipkan anaknya menimba ilmu di Pon-pes Mafatikhul Huda, maka bermodal menumpang lahan dari seorang tetangga, dibuatkanlah sebuah pondokan panggung kecil ( Pelanggrong) untuk tempat tinggal para santri. Di pondokan kecil yang sederhana inilah, para santri terus gigih menimba ilmu. Dengan hanya sarana penerang dari lampu minyak diwaktu malam hari, mereka tiada lelah dan bosan mengaji dan memperdalam kitab kitab warisan ulama salaf yang berhaluan Ahlu Sunnah Wal Jamaah yang mengagungkan agama Allah SWT.




Allah akan memberi jalan kepada hamba yang memperjuangkan agama-NYA, begitulah gambaran yang terjadi, dengan niat berjuang dijalan Allah, tanah yang akad awalnya hanya menumpang, akhirnya oleh pemiliknya yakni Bapak H.Misar (Almarhum) dan Bapak H. Khaeruddin (almarhum), tanah seluas 3010 meter diwakafkan untuk pengembangan pendidikan Islam dan pengembangan Pondok Pesantren Mafatikhul Huda. 

Maka mulai sejak itu dengan dibantu oleh para donatur dan masyarakat sekitar, pembangunan asrama santri putra dan putri dilaksanakan. Asrama putra dibangun dilahan tanah wakaf sekitar tahun 1989, dan asrama putri dibangun sekitar 3 tahun kemudian diatas tanah milik KH.Ahmad Ubaidillah dan terus mengalami perkembangan pembangunan sampai sekarang.

Mulai sejak berdirinya Pondok Pesantren Mafatikhul Huda telah mengalami perkembangan, diantaranya sebagai berikut :

  • Pada tahun ajaran 1987/1988 didirikanlah sekolah formal dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Mafatikhul Huda dengan nama Sekolah Menengah Pertama Islam (SMP I), dengan Kepala Sekolah Pertama yakni Bapak  Ali Murtadlo S.Ag. yang kini Sesuai dengan aturan dari  kedinasan dan LP Maarif,nama sekolah berubah menjadi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Maarif 8 Sendang Agung.

  • Tiga tahun kemudian Dilanjutkan dengan mendirikan sekolah formal setingkat SLTA dengan nama Sekolah Menengah Ekonomi Atas Islam (SMEA I) tepatnya pada tahun ajaran 1991/1992. Dan kini berubah menjadi Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Maarif 1 Sendang Agung.

  • Pada tahun 2014 melalui Kementrian Perumahan Rakyat (KEMENPERA), PP Mafatikhul Huda mendapatkan bantuan asrama santri (RUSUNAWA) sebagai penambahan hunian para santri. Asrama ini terdiri tiga lantai dengan ukuran 13 X 9 m2.


Pada tahun 2019 tepatnya pada tanggal 23 Mei 2019 / 19 Romadhon 1440 H Pondok Pesantren Mafatikhul Huda telah kehilangan sosok muasis yang menjadi pokok panutan dan dasar utama dari 5 elemen pesantren, Beliaulah Romo Kh Ahmad Ubaidilah Mz. Sehari sebelum wafat sekitar pukul 02 : 00 WIB. Beliau mengalami gerah (sakit : dalam bahasa jawa) di bagian perut (asam lambung)  yang terus menerus sehingga menyebabkan beliau dilarikan ke klinik Niramaya Center, karena kondisi Beliau yang semakin memburuk akhirnya pihak Dzuriyah (keluarga) sepakat merujuk beliau ke Rs. Mitra Husada Pringsewu, setibanya di sana, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa beliau juga terserang penyakit jantung, karena keterbatasan alat maka Beliau dilarikan kembali ke Rumah Sakit Urip Sumuharjo Bandar Lampung

Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Beliau Romo KH. Ahmad Ubaidillah Muzaki menghembuskan nafas terkhir dan bepulang ke-sisi Sang Pencipta pada hari Jumat 19 Romadhon 1440 H sekitar pukul 23 : 00 WIB.




Kepergian Beliau merupakan duka mendalam dan kehilangan terbesar bagi seluruh keluarga dan santri Pondok Pesantren Mafatikhul Huda. Setelah wafatnya Beliau tampuk kepemimpinan Pondok Pesantren Mafatikhil Huda diteruskan oleh putra sulung Beliau yakni Gus Nur Hakim dan di bantu oleh seluruh Dzuriyah (Gus falihin,Gus Amin dan Gus Nelil)

Demikianlah sejarah singkat perkembangan Pondok Pesantren Mafatikhul Huda. Semoga keberadaannya tetap abadi sampai akhir nanti dan semakin maju dalam mengibarkan syi’ar islam di bumi Indonesia dengan identitas salafiyah yang berhaluan Ahlu Sunnah Wal Jama’ah.


Dzuriyah Pendiri Pondok Pesantren Mafatikhul Huda


  • Abah KH.Ahmad Ubaidillah Muzaki:

  • Alm. Ibu nyai Sumitah  (istri Pertama)

  • Alm. Ibu Nyai Hj. Siti Rohmah (Istri Kedua)

  • Ibu Nyai Khunaifiyah (Istri Ketiga)

  • Putra dan Putri:

  1. Gus Nurhakim >< Ibu Nuning Siti Khodijah

Anak :

 - Nikmah Cahya Ningsih>< Dede Muhlisin

- Hirzin Daris Sakina Al-bareka

  1. Ning Hj.Rosidatul Munawaroh >< H. Tahrir

Anak : 

- Muhammad as’ad Syafii>< Rahayu

       Anak:-Elang Gusti Syafi’i

- Lailatul Dzikri Albadriyah

- Anisa’ul Aziziyah

  1. Ning Hj. Harmonis S.Ag >< H.Drs. Baidowi

Anak : 

- Fahmil Abror Albadawi >< Hasna Qonita Pramdani

Anak : - Kanaka Muhammad Fatih

- Ulfa Anastasia Nadia Putri

- Muhammad Fais Mubarok

  1. Ning Hj.Muftihatul Karomah ><  KH.Hidayatul Musthofa

Anak : 

- Riziq Futuhillah

- Muhammad Kafabihi

- Bilqis Najwa Nada

- Syaqila Abida



  1. Ning Zuyinatul Azizah ><  Gus Falihin

Anak :

 - Naelul Author Jangkis

 - Muhammad Maftuh Aghanan

 - Maulana Imdat Robbani

  1. Gus Amin Mustholih >< Ibu Susilawati

Anak :

 - Khaira Syifana Siroju Ubay

 -Muhammad azam Al khalifi

 - Azmia Nawal Afia

  1. Gus Nailil Ikhsan >< Ibu Roaina Istiqomah

Anak :

 - Harir Muhammad Issan

- Nurul ‘Isma Husnayain

- Aisya  Nuhzulurahmah


(Gus Amin Mustholih)