-->

KERUKUNAN KUNCI KESUKSESAN DALAM BERLEMBAGA

advertise here

 


Dzuriyyah PPMH Sendang Asri

KERUKUNAN KUNCI KESUKSESAN DALAM BERLEMBAGA

Kamis, 02 September 2021

"Sak uwise ditinggal wong tuwo, sing paling Utomo sing podo rukun, podo ngadakno silaturahmi (kumpulan) kanggo ngraketne sekabehane". Itulah wejangan dari si Mbah kyai Hamdan Makmun pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Bahrul Ulum putra margo dadi sumber rejo Tanggamus.


Pada hari Rabu siang 01 September 2021, keluarga besar Bani Ubaidillah mengadakan pertemuan (silaturahmi) secara rutin setiap 3 bulan sekali, yang pada bulan September ini giliran bertempat Di kediaman KH. Hidayatul Musthofa (suami dari ibu nyai hajjah muftihatul karomah) pengasuh pondok pesantren Bahrul ulum putri. Kami para putra putri dari almaghfurlah Mbah Kyai Ubaidillah (almarhum), yang terdiri Hj. Rosida, Hj. Harmonis, Hj. Mufti, Ibu Ning Zuyinatul Azizah,  Gus Amin dan Gus Nailil ditambah ustadz Fahmil (putra Hj. Harmonis) beserta besannya (H. Affandi) beserta suami dan istri serta anak masing masing-masing Marasa bersyukur dapat hadir dalam agenda tersebut, meski putra tertua  Kyai Nurhakim berhalangan hadir karena ada acara lain.


Pada Kamis pagi hari (setelah  menginap) kami niatkan sowan ke-ndalem mbah Kyai Hamdan, banyak untain cerita yang dapat diambil oleh kami para putra dan putri yang mendapat amanah untuk meneruskan perjuangan Mbah kyai Ubaidillah di Pondok Pesantren Mafatikhul huda. Beliau bercerita "bahwa harus ada dan diagendakan dalam momen kumpul. Dulu di Bani Siroj,yang kalau dilampung jumlahnya ratusan, ada penggerak seperti H. Bukhori, H. Ubaidillah dan lainya yang gigih untuk selalu mengagendakan pertemuan", lanjut beliau. Beliau berkisah dikeluarga Bani Hamdan juga diagendakan kumpul, supaya ada ghiroh (semangat) kumpul, maka ditambah agenda arisan, supaya ada greget dalam peningkatan kehidupan. Itu hanya lantaran,karena dengan kita berkumpul ada hal hal penting atau susah dapat dipecahkan bersama. Tidak ada perbedaan didalam keluarga yang berkecukupan, yang tidak punya (miskin), atau yang berada (kaya), Sempatkan waktu meski repot, demi membangun kebersamaan dan kerukunan. Pungkas beliau.

Ungkapan beliau jika ditelaah, sesuai dengan hadits Rosululloh SAW :


عن انس رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :  لاتقاطعوا ولا تدابروا  ولا تباغضوا  ولا تحاسدوا ، وكونوا عبادة الله اخوانا، ولا يحل لمسلم ان يهجروا اخاه فوق ثلاث. ( متفق عليه).

" Dari Annas R.A berkata : Rosulillah SAW bersabda : jangan putus memutus hubungan,dan jangan belakang membelakangi dan jangan benci membenci,dan jangan hasud menghasud, dan jadilah kamu hamba Allah sebagai saudara, dan tidak dihalalkan bagi seorang muslim memboikot saudaranya sesama muslim lebih dari tiga hari. (Muttafaqun 'alaih)(Bukhori Muslim).


Kata kunci dalam mengurus sebuah lembaga, selain manajemen yang tertib,para dzuriyah, para anak anak muasis pondok adalah *rukun*. Setelah beliau (para orang tua) tidak ada,  kerukunan harus dijaga dan sebagai modal dalam mengembangkan pondok pesantren. Insya Allah dan yakinlah , dengan sering kumpul (yang teragendakan)maka kerukunan dan persatuan para dzuriyah dalam mengasuh pondok pesantren akan terjaga yang pada akhirnya dapat menjalankan tugas dan amanah dengan baik (fii mardhotillah) dalam mendidik para santri yang sudah dititipkan oleh para orang tua / wali santri. Tutup beliau.


Terakhir beliau meminta sama sama saling  mendoakan,semoga diakhir masa hidupnya, Allah berikan Husnul khotimah, bisa terus ibadah kepada Allah, karena beliau menyadari dan merasa sudah berumur 75 tahun, dengan anak 13, dan cucu sudah 42 orang, bahwa teman teman seangkatan nya sudah banyak yang sudah tidak ada.


Semoga beliau Mbah kyai Hamdan Makmun selalu diberi kesehatan, untuk selalu dapat membimbing para putra putri dan cucu beliau ,  kami dan para santri serta masyarakat secara umum dalam meraih keridhaan Allah SWT. Aamiin.

Gus_azm


PPMH SENDANG ASRI