-->

SANTRI MENANTU IDAMAN?

advertise here

 

SANTRI MENANTU IDAMAN (?)


“Santri adalah makhluk yang lentur dalam bersikap, juga keras dalam berpikir. Itulah sebagai alasan santri menjadi idaman”


-Anifa Hambali


    Status jomblo tidaklah dosa jadi tidak perlu malu untuk mengakui kepada siapa saja tentang kejomblo-an diri. Menjadi jomblo itu prinsip, bukan nasib. Menjadi jomblo itu pilihan, bukan karna tidak ada yang memilih. Nikmati saja kesendirian dimasa muda untuk banyak belajar berbagai hal yang kita butuhkan. Karena siapa tau nanti setelah tidak jomblo lagi kita tidak punya banyak waktu untuk mempelajari berbagai hak yang sulit. 


    Yang kelahiran tahun 80 atau 90 an yang saat ini belum menikah pasti mengalami pembullian massal. Entah itu dikomunikasi atau dilingkungan dia belajar. Cukup banyak dari kalangan santri memang memilih jomblo dari pada waktu sendirinya dihabiskan untuk pacaran. Karena bagi para santri pacaran bukanlah solusi untuk melepas kegalauan jomblo, satu-satunya cara melepas jomblo adalah dengan menikah. Dengan menikah apapun yang dikerjakan bersama menjadi menjadi lebih berkah tanpa dosa. 


    Karena memilih jomblo ini seorang santri harus kuat mental akan gojlokan yang aktif dihujankan. Ada seorang teman dimana dia selalu menjadi bahan guyon santri grup whatsapp saat dia muncul mengomentari suatu hal yang berhubungan dengan pernikahan. Terbilang santri  ini sangat kebal mentalnya soal bulian jomblo dan lainnya.pembawaannya dirinya yang santai dan humoris membuat dia selalu menjadi bahan empuk untuk dilempar sana sini.ya namanya santri pasti banyak guyonannya apalagi kalau kurang ngopi,ini bisa membuat kadar ketidak fokusan santri semakin meningkat.


    Mental jomblo memang harus kuat,tapi sesama jomblo tidak bisa saling olok dan menghakimi.justru sesama jomblo harus saling menguatkan dan membantu satu sama lain agar lekas mendapatkn tambatan hatinya menuju pelaminan.misalkan nih ada teman jomblo yang lagi cari istri dan kita punya temen perempuan yang juga jomblo lagi menunggu dijemput oleh jodohnya,kan bagus jika kita bisa menyamungkan dua maksud yang sama baik-baikini.ini baru namanya jomblo saling bekerja sama dalm kebaikan.misi penyelamatan jomblo berkelas.jadi tidak hanya saling ejek saja,melainkan harus saling mendukung dan menguatkan satu sama lain.


    Lagi pula jika sesama jomblo saling membuli ini kan aneh.nasibnya sama-sama jomblo tapi tidak memperhatikan kejombloan diri sendiri yang perlu diperhatikan,malah memperhatikan jomblo orang lain.bukankah lebih baik memperhatikan diri sendiri terlebih dahulu daripada memperhatikan orang lain,mengurusi urusan diri sendiriyang belum juga usai dari pada mengurusi urusan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan hidup kita.


    Siapa sih santri itu kenapa jadi bahan gunjingan seantero negeri.sosok santri sering kali menjadi sorotan dibeberapa tempat.santri yang jmn dulu hanya dikenal pintar mengaji dan memaknai kitab,kini lebih dari itu santri sudah menorehkan jejak dimanca negara.santri mulai dikenal sebagai sosok pribadi yang nyaris sempurna.karena selain ahlaqnya yang baik juga ilmu agamanya yang bagus,santri tidak tertinggal zaman.seperti apapun susahnya menghafal pelajaran agama,tetep bisa mengimbangi zamannya.


    Jika seorang santri serius dalam proses mondoknya, maka ia akan menjadi santri sesungguhnya. Bukan santri namanya jika tidak memiliki akhlak santri. Dimana julukan santri ini disematkan bagi mereka yang memang memiliki akhlak dan pemikiran santri. Jika ada seseorang yang mengaku santri tapi akhlaknya jauh dari cermin islam yang santun menyejukkan, maka dia jelas belum menjadi santri yang kaffah. Mondoknya harus lebih lama lagi sampai dia ingat bahwa dia adalah seorang santri yang sudah banyak belajar agama islam, belajar tentang kehidupan dan lainnya. Dimana setelah lulus mondok sudah seharusnya mengamalkan apa saja pelajaran yyang ada di pondok. 


    Menurut KBBI santri itu adalah orang 7ang mendalami agama islam, orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh dan orang saleh. Adapun beberapa definisi dari beberapa ahli tentang santri yang berasal dari bahas jawa yakni ‘Cantrik’ yang memiliki arti seseorang yang selalu setia mengikuti gurunya. Ikut serta kemanapun gurunya pergi. Istilahnya sekarang yang sering kita dengar adalah’Nderek kyai’ Berarti ikut kyai. 


    Begitu istimewanya santri dimata masyarakat karena sifat salehnya. Disitu santri mulai mahal dilihat oleh beberapa orang tua yang ingin menikahkan putrinya dengan santri. Jadi santri jangan pernah khawatir tidak mendapatkan jodohnya. Ikhtiyar dulu baru ,menikmati hasilnya. Terbukti karena eksintensi dan peran santri yang mulia terlihat diberbagai bidang membuat banyak orang tau mempertimbangkan untuk mantu santri. 


    Betapa bingunnya orang tua yang memeliki anak perempuan berumur 25 tahun lebih tapi belum pernah bercerita tentang pria yang mendekatinya. Bahkan didesa umur 25 sudah umur genting yang menuju perawan tua. Orang tua pasti sibuk mencarikan putrinya jodoh. Karena anak perempuan yang masih belum menikah masih menjadi tanggung jawab orang tuanya, maka tidak heran jika orang tua terutama ibu pasti sangat sibuk mencari informasi sana sini tentang pria yang menjadi sosok idaman buat anaknya dan mertuanya nanti. 


    Sering kali para orang tua ini silaturahmi ke pesantren dengan harapan dan doa bahwa dipesantren ada santri yang cocok untuk putrinya yang disarankan oleh kyai. Pemandangan seperti ini bukanlah hal yang tabu dikalangan santri. Karena keberkahan dalam pesantren selalu dinanti dari kyai yang memeberikan jodoh terbaik untuk para santrinya. 


    Santri putri sering kali menjadi idaman para peria sebab ketawaduannya dengan ilmu serta ahlaqmya yang santun.santri putra pun begitu,seringkali menjadi peria idaman yang ingin disanding santri putri.siapa saja yang berhasil menjadi santri yang sesungguhnya,maka dia adalah figur santri yang lulus mondok khusnul khotimah.ilmu dan ahlaknya sudah mumpuni untuk menjadi air dingin bagi masyarakat yang penuh dahaga .


    Dalam kamus santri tidak ada kata pacaran,yang ada hanya ta’arufan setelah yakin untuk menuju pernikahan.santri tidak pernah bermain api agan dirinya tidak terbakar. Terkadang jodoh santri juga ada pada tangan kiainya,dimana ada santri yang pintar dan sholeh atau sholihah,pasti langsung dicarikan jodoh oleh kiainya.hanya saja perbandingan santri seperti ini dengan tingkat ketawadu’an yang tinggi tidaklah banyak populasinya,sehingga masih kalah dengan populasi jomblo santri  yang masih proses memantaskan diri.


    Jika banyak santri yang sudah yakin menikah diusia muda.maka jomblo dinegeri ini perlahan akan punah ngengan sendirinya.trbilang cukup banyak populasi di negeri ini, sebab di negri indinesia banyak sisitem pendidikan yang dikemas pesantren.


    Tidak hanya santri,seringkali kaum muda dirundung akan rasa ragu dalam proses menuju sebuah pernikahan.padahan banyak anjuran,nasihat,serta keutamaan-keutamaan menikah.seorang santri pasti sangat faham akan hal ini ,karena banyak sekali kajian tentang pernikahan yang dibahan di kitab kuning.contohnya beberapa kitab yang paling hits dikalangan santri adalah fathul izar,qurrotulnguyun dan ngukudulijain.ketiga kitab legend ini sudah bisa menjadi bekal para santri untuk menghapus ragu untuk menuju segaris keyakinan menuju pernikahan.


    Keraguan dalam memutuskan untuk menikah seringkali dialami arena kurang siapnya mental.santri tidak pernah takut miskin harta,karena ilmu sudah menjadikan seorang santri kaya.dengan ilmu inilah harta dengan sendirinya harta akan ikut.sebab tanpa ilmu orang akan bisa menjadi seorang ahli.contohnya ahli medis,ahli perbankan ,ahli dagang dan lainnya.santri bukanlah lagu sosok yang hanya faham hal-hal keagamaan,ilmu pengetahuan pun di pelajari guna mengikuti zaman .


    Dijelaskan dalam kitab qurrotul Uyun,nabi SAW bersabda: Miskin miskin miskin laki –laki yang tidakmempunyai istri.ditanyakan kepada beliau :Ya Rosulullah,bagaimana jika dia memiliki banyak harta?.Nabi menjawab:meskipun dia mempunyai banyak harta.miskin seseorang wanita yang tidak memepuyai suami.


    Betapa tidak sedih meski banyak harta, tetap saja miskin. Hatinya sangat miskin tanpa cinta yang menemani hidupnya. Hidupnya masih saja hampa karena tidak ada sosok yang mewarnai hari-harinya. Meski keluarga saat ini bisa mewarnai hari-harinya yang sepi, apakah selamanya kita akan sendiri. Semua pasti akan menikah pada waktunya memang. Cepat atau lambatnya pernikahan seseorang semua tergantung pada niatnya, ikhtiar serta doa yang dipanjatkan. Seberapa siap mengemban amanah pernikahan, maka allah akan memberikan amanah itu kepada mereka yang benar-benar menginginkannya. 


    Jika sat ini kita bergelimang harta tapi tidak juga menikah. Lantas untuk apa harta yang kita miliki. Untuk siapa harta itu akan dibelanjakan. Apakah enak menghabiskan uang sendirian tanpa pasangan. Apakah cukup bepergian sendirian tanpa gandengan yang memberikan banyak kebahagiaan dalam setiap langkah yang kita lakukan. Apalah arti kaya hartajika hatinya dan hidupnya masih saja miskin kasih sayang dan cinta. 


    Menikah itu jalan yang paling baik ditempuh para jomblo santri yang saat ini sudah siap secara mental dan memilili cukup harta untuk menyegerakannya. Menikah itu bukan untuk apa atau sapa. Menikah itu untuk diri sendiri agar hati merasa lebih tenang . Jika dibandingkan dengan hati para jomblo saat ini, hati seorang yang sudah menikah jauh lebih merasa tenang. Karena ada sosok yang mendampinginya tiap malam. Misalkan saja saat ini sedang rajin-rajinnya solat tahajud, maka jauh lebih ringan dan indah jika dilakukan bersama. Bangun tidur ada wajah orang yang kamu cintai sehingga sat memandangnya saja kamu sudah mendapatkan pahala karena wajah itu sudah halal kamu lihat dan pandangi selamannya. 


    Menikah itu bukan untuk sesuatu yang untuk gaya.menikah itu adalah jalan untuk membuat hati dan hidup menjadi lebih baik,damai dan berkah.menikah bukan lain adalah untuk menyelamatkan diri sendiri agr tidak terlalu larut dalam kesendirian seseorang yang belum halal.menyelamkan dari kegalauan diri sendiri dalam menjalani hari.jadi dari pada hidupnya galau terus lebih baik lekas menikah bukan,jika memang hatinya sudah sangat ingin menikah.karena jika ada keinginan menikah tapi kita menundanya,maka yang ada hanya rasa resah yang subur dalam hati.itulah kenapa menikah menjadi lebih penting,bukan karena menikah bisa menjadikan manfaat pada tukang cilok dekat mushola,tetapi manfaat buat diri sendiri khususnya. 


#santrippmhsendangasri